Keseruan Bau Nyale Tradisi “Memburu Putri Mandalika” Di Pulau Lombok

Tradisi Bau Nyale adalah teradisi menangkap cacing laut, yang di percaya sebagai jelmaan Putri Mandalika

Di setiap tanggal 20, bulan 10, penanggalan suku sasak, ribuan masyarakat di Lombok, Nusa Tenggara Barat, merayakan tradisi bau nyale.

Bau nyale merupakan tradisi turun temurun dari dulu. Dalam tradisi ini ribuan orang menangkap cacing laut di sepanjang pantai pulau Lombok.

Cacing-Cacing laut ini di kenal dengan sebutan nyale, yang di percayai sebagai jelmaan Putri Mandalika. Putri Mandalika di kenal sebagai putri cantik yang memilih menceburkan diri ke laut lepas, menghindari peperangan antar pangeran yang memperebutkan dirinya.

Legenda Putri Mandalika ini dikenal hampir di seluruh penjuru pulau Lombok. Meskipun belum ada lontar Lombok yang di temukan mengenai Mandalika yang melegenda tersebut.

Tradisi Bau Nyale tahun ini jatuh pada Februari 2020, itulah mengapa dari awal Februari, di sepanjang pantai bagian selatan tengah hingga timur, memperlihatkan keramaian. Mulai dari Kute, Pantai Seger, Pantai Kaliantan, hingga pantai Tabuan yang di padati ribuan warga Lombok Tengah.

Seperti di Pantai Seger Desa Kuta Lombok Tengah, jumat (15/02/2020) dini hari, ribuan warga sudah berkumpul. Mereka pun bersiap merayaka Tradisi Bau Nyale atau menangkap Cacing laut.

Bau nyale adalah tradisi menagkap cacing laut, yang di percaya sebagai jelmaan Putri Mandalika.

Lampu penerang sederhana selalu di nyalakan. Jaring-jaring beragam bentuk dan ukuran telah di angkat dan siap bergerak mengikuti arah air laut yang tersapu ombak pantai seger, membawa cacing-cacing laut yang beragam warna, di antaranya. Ada merah, Hijau, dan Kuning.

Seolah ingin membuktikan janji Putri Mandalika, ribuan orang yang telah berkumpul menyebar. Ada yang memilih posisi di tepi bebatuan pantai, dan di tengah-tengah laut, buat menunggu Nyale yang mengeliat dan mendekati kaki mereka (pencari Nyale). Ada juga yang menerjang ombak dan meraup atau mendapatkan ribuan cacing jelmaan sang Putri cantik.

“Ini tradisi turun-temurun, setahun sekali kami temukan. Setahun sekali kami bertemu Putri Mandalika, ” Kata jumahir, warga Praya sambil memperbesar nyala lampu senter di kepala nya untuk menangkap sang Putri yang sangat Cantik katanya, dan menggoga kesabaran.

Jumahir mengingatkan, saat memburu Nyale harus sabar dan tak mudah putus asa agar mendapat tangkapan yang banyak.

Inilah Nyale, cacing laut, yang di percaya sebagai jelmaan Putri Mandalika.

Mereka yang memburu cacing laut dari berbagai usia. Mulai dari anak-anak hingga dewasa, laki-laki maupun perempuan, tak ada batasan.

Mereka memiliki hasrat yang sama, menemukan jelmaan Putri Mandalika itu. Kegiatan ini pun membuat warga larut dalam kegembiraan.

Nyale warna warni ini juga dikenal mengandung protein yang tinggi sehingga sangat nikmat dan layak di kosumsi, apalagi hanya di nikmatin setahun sekali.

Mereka yang masih bertahan di pantai, memilih memepes nyale dengan daun kelapa. Aroma Nyale pun tersebar mengikuti arahan angin, dan sebagai warga menikmati pepes nyale bersama orang-orang tercinta mereka.

inilah Nyale atau cacing laut yang di pepes untuk di kosumsi masyarakat.

Tahun Mengesankan

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tradisi bau Nyale yang di gelar warga tahun ini waktunya tak berbarengan dengan Dinas Pariwisata Lombok Tengah yang jatuh Maret mendatang.

“Kapanpun pelaksanaan nya, semua bergembira. Karena dalam tradisi baru Nyale, ada istilah Nyale awal dan Nyale poto atau akhir ” Ujar masyarakat, warga puyung, Lombok Tengah yang selalu datang dalam tradisi bau Nyale.

Warga menilai, tradisi bau Nyale ala rakyat atau pemerintah sama- sama mengesankan, sama – sama bisa di nikmati. Bau Nyale ala rakyak di laksanakan di awal dan pemerintahan di gelar di akhir, atau saat Nyale poto atau pengabisan.

Tahun ini pelaksanaan tradisi bau Nyale cukup mengesankan rakyat karena mereka bisa menikmati gelar tradisi ini dua kali dalam setahun.

Menemuan Nyale yang biru adalah kebahagian bagi warga Lombok yang percaya akan legenda Putri Mandalika, tradisi ini juga menarik perhatian wisatawan. Mereka yang pertama kali melihat Nyale merasa terkesan dan tertarik untuk mengabadikan nya.

Ketika pajar menyingsing, ribuan warga atau pengunjung akan kembali, Nyale yang telah di tangkap mereka bawa pulang.

Jelmaan Putri Mandalika telah di perebutkan orang untuk di nikmati. Tradisi ini tetap tumbuh dan hadir di tengah perkembangan zaman.

Tradisi bau Nyale adalah bagian dari tradisi masyarakat agraris masyarakat Pulau Lombok. Banyak tidak Nyale yang muncul setiap tahun, di yakini sebagai pertanda akan banyak tidaknya hasil panen para petani.

Jika anda ingin merasakan sensasi menangkap Nyale datanglah ke Lombok, Bulan Februari mendatang.

Anda bisa mengunjungi Pantai Seger untuk menyaksikan monumen Putri Mandalika, Anda juga bisa menikmati keindahan alam yang ada di sini.

Jika anda bingung jalan menuju pantai seger, anda bisa menggunakan jasa Paket Tours Lombok. Karena akan mempermudah anda saat berlibur di Lombok, dan mengunjungi objek wisata dengan mudah.

Anda juga bisa mengunakan Sewa mobil di Evan Trans Lombok.Dan Sewa Motor Lombok.Untuk sampai di wisata pantai Seger Lombok. Dengan sewa mobil anda biasa di temani supir kami yang berpengalaman, yang siap memberikan informasi terupdate seputar Wisata Lombok.

Indah nya Pantai Seger Kuta Lombok

Selain menyaksikan cerita rakyat yang melegenda Anda juga berwisata menikmati indah nya alam di Pantai Seger, Anda bisa mendaki bukit dan melihat langsung pesona laut lepas yang mempesona.

bukit di pantai seger kuta Lombok

Sudah taukah cerita rakyat putri mandalika di Lombok ini, yuk kunjungi sekarang dan buat libutan Anda lebih seru dan berkesan di Lombok.

Ajak keluarga dan juga kerabat Anda untuk menikmati cerita sejarah, dan keindahan alam di pantai Kuta dan pantai Seger Lombok. Dijamin bakal menyenangkan kami siap menemani perjalanan wisata Anda di Lombok.

Leave a Comment

Your email address will not be published. All fields are required.